Langsung ke konten utama

My first Note For You

Catatan Pertamaku



Pernah suatu hari aku berfikir
"lebih baik kehilangan pacar dari pada kehilangan sahabat"

Bagiku yang paling berarti setelah Allah, kedua orang tua, saudaraku adalah sahabat

sahabat itu bagaikan keluarga, tempat kita menceritakan segalanya, teman disaat suka dan duka. tak ada yang harus di rahasiakan diantaranya. itulah sahabat.
.
saat Maret 2011, aku pernah membuat sebuah catatan seperti ini :
dan bukan hanya sebuah fikiran belaka.




seperti yang dilihat, rosmalina atau kak ros tidak setuju dengan isi catatan ku.
mungkin karena saat itu dia tidak percaya akan sahabat

dia kecewa karena ia dikhianati oleh sahabat kami yang lainnya. 
aku sangat sedih melihat kondisi kami saat itu dulu, tapi alhamdulillah sekarang kami semua sudah membaik tidak ada peselisihan lagi diantara mereka.

setelah beberapa waktu, kak ros membuat sebuah pengakuan
aku sangat senang mendapat pengakuan darinya yang seperti ini :



maaf kak..
seharusnya coment pertama ku adalah i love you too bestfriend
saat itu aku belum berfikir sampai sana untuk menulis coment seperti itu.
untuk itu, sekarang aku katakan kepada mu
"I Love You too kak ros my bestfriend forever"
terimakasih mau mempercayaiku menjadi sahabatmu, dan terimakasih mau menjadi sahabatku.

dan sekarang aku tidak tau bagaimana fikirannya mengenai tentang cacatanku yang diatas.
dulu dia tidak setuju, mungkin karena dia sedang dikhianati oleh sahabatnya.
tapi sekarang sudah tidak, lalu apakah dia sudah mengubah jalan fikirnya? ku harap begitu..

yang pasti, saat di tahun 2012
aku benar benar telah membuktikan kepadanya, bahwa aku benar benar konsisten dengan apa yang sudah kufikirkan.
aku benar benar mengorbankan perasaanku untuk sahabatku yaitu engkau..
sebenarnya saat itu adalah waktu yang paling sulit untuk ku jalani, aku terus berusaha untuk ihklas dan slalu tersenyum.
walaupun pada akhirnya, tetap kau memutuskan untuk tidak bersamanya.
dengan begitu kau ku anggap sudah setuju dengan catatanku ditahun 2011 itu.

"Aku berhenti dengannya demi mu, dan Kau memutuskan tidak bersamanya demiku"
dengan begitu bukankah kita merasakan yang sama . .
sahabat..
kudoakan untukmu, agar engkau berhasil menemukan
pria yang baik,
menyayangimu mencintaimu seumur hidupnya,
mampu mengerti dirimu melebihi aku mengerti dirimu,
pria yang mampu slalu memberikanmu kebahagiaan
cinta sejatimu . .
dariku sahabatmu yang sudah kau beri pengakuan{}

kau dan aku sudah menjalankan sebahagian isi dari catatanku, kuharap isi sebahagiannya lagi segera di jalani.
yaitu menemukan cinta sejati .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

My Friends

kali ini, nda ingin mendokumentasi pendapat dariku tentang teman teman ku di kampus bingungnih mau mulai dari siapa. Kepinginnya sih supaya adil, pengen aja rasanya nyuruh mereka ompiyang dulu. loh?! o.O hahaha.. yawudadeh supaya terlihat rapi, nda urutin aja yah berdasarkan abjad. tapi berdasarkan abjad pada huruf paling akhir dari nama mereka yah ;p hohoho pertama, Siti Fitrianna nickname : fitri tapi, kita kita sih sering manggil dia "abang". dia yang paling abangan dari kita kita. gimana engga cobak?! hmmmm dia itu suka banget make celana jeans agak gantung. macem lagi kebanjiran gitu hehehe^^ dia juga suka make sepatu kets. bayangin aja make celana gantung baju suka agak ketat dan keseringan itu kaos ditambah lagi make sepatu kets. gimana bayangan kamu? keliyatan abangan kan jadinya? tapi walaupun begitu, dia tetap cewek loh. keliyatan tuh dari gelang kaki yang yang selalu dipakainya . setidaknya dia lebih baik dari aku, maklum aja aku engga serasi make...

Kemarin, akan menjadi masa lalu

Walau itu hanya sekali, berdirilah disini. Ini sisi lain, sisi yang bukan saat ini kau berada. Namun tetap rasakanlah, karena jika dengan mencobanya kau akan mengerti sisi ini, sudut  dari sisi lain kau berada. Tiada manusia yang ingin diabaikan, tiada juga manusia yang ingin dilupakan didunia ini, apalagi hati yang akan dibiarkan belalu begitu saja melewati waktu yang terus melaju. Lantas, apa yang harus aku lakukan, ketika rasa khawatirku kepadamu lebih besar dari rasa benciku kepadamu? Apa yang harus aku lakukan, ketika rasa rindu ini lebih besar dari rasa ingin melupakanmu? Apa. yang harus aku lakukan, ketika hatiku memilihmu saat fikiranku menuntutku untuk melupakanmu? Mengabaikan, melupakan, membiarkanmu berlalu begitu saja itu bukan hal yang mudah. Dan aku tidak ingin diperlakukan seperti itu. Mengikhlaskanmu hanya satu-satunya alasan untukku bisa melakukannya atas segala ketidak mudahan itu dan satu-satunya yang bisa ku lakukan saat ini. Ku harap, ketid...